Puisi Berjudul Hikayat Pegunungan

HIKAYAT PEGUNUNGAN 

Aku sering mendengar keluh-kesah para pengelana
Nyanyian mereka yang parau bergetar kedinginan
Di balik api unggun mereka sering berbicara tentang aku
Aku membawa sejuk di rumahmu setelah angin melewatiku

Mendinginkan suhu harimu saat itu
Mempengaruhi cuaca belahan bumi
Menjadi panas, Menjadi dingin sewaktu aku bekerjasama dengan sang angin
Aku mengalirkan air-air dari mataku
Meredakan dahaga bagi mereka yang di hilir

Menyirami lekuk-lekuk lembah yang berakhir di laut
Kuikhlaskan air di mataku tanpa air mata
Aku tegak berdiri mematok Dunia
menancap berkali lipat lebih dalam dari tinggiku
Mengokohkan gravitasi tempatmu berpijak
Yang menjadikan atas dan bawah dalam aturan semestinya

Karenanya kamu tahu terbang juga jatuh
Aku juga lahan kehidupan
Bagi paru-paru semesta alam
Tumbuh banyak pohon yang menjadi hutan di sini
Nafas bagi mahkluk hidup begitu pun manusia

Aku tempat manusia bertafakur
Tempat bertapa, Tempat menyepi
Aku pun didaki agar mereka melihat keindahan
Melihat keagungan dan melihat keanggunan
Aku tempat untuk hidup
Memenuhi kebutuhan, Untuk bercengkrama dengan alam

Ketika kau menaiki Aku, Kau merasa sampai puncak dan merasa menginjakku
Bila sudah, Mari berbaik-baik sepertiku dan kepadaku
Dan berbaik-baik pada penciptaku dan penciptamu

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel