Puisi Berjudul Senja di Watulumbung

SENJA DI WATULUMBUNG

Masih terasa geliat anak-anak teater
mengikuti irama
dan komando sang sutradara.
Di lincak panjang menjelang petang,
kepul asap rokok Mbah Lik melayang terseret angin pantai selatan.
Sebagaimana anganku mengendap di dedaunan jati kering.
Tak sedikitpun ada kelumit niatku untuk berpaling?

Di belahan utara gugusan kabut tersangkut di pinggang Merapi.
Liuk kali Winongo menjadi lintasan kabar.
Yang selalu aku tunggu selepas Ashar.
Entah sebarapa lama kesabaranku menyusur rimbun pepohonan.
Menjadikan misteri dan teka-teki,
bahwa di bebatuan berjajar di lereng-lereng pagar.

Mata hati ini semakin nanar.
Senja di Watulumbung dalam gores puisi pucat pasi.
Dan engkau yang jauh di sana.
Barangkali tak mau mengerti pedihnya perasaan ini.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel